Senin, 10 September 2012

aku selalu dihatimu, selamanya

Pada suatu hari, dimana angin berhembus sangat kencang membuatku menjadi lemas lunglai. di saat itu juga terdengar suara petir yang begitu halus disertai dengan turunnya tetesan air hujan yang semakin lama semakin deras. tak pernah terbayang maupun terpikirkan olehku akan semua kejadian ini. aku merasa seperti masuk ke dalam jurang yang amat dalam dan gelap dan kin aku hanya sendiri, menangis dan terus menangis hingga tatapanku kosong melayang dan semua menjadi menghilang.

"san, kamu nggak pa-pa kan?" terdengar suara seorang wanita memanggil namaku dengan suara yang lembut.
aku mulai membuka kedua mataku dengan sangat berat. saat aku mendapati pandangan yang semakin jelas, aku merasa berada dalam ruangan yang asing untukku. yaa.. tempat ini bukanlah kamar ataupun rumahku. kemudian aku pun bertanya..
"aku dimana?" tanyaku dengan suara lemas sambil memegang kepalaku yang masih terasa sangat berat.
"kamu di rumah sakit, san."
"kenapa aku bisa ada disini?" ucapku seraya berusaha menegakkan punggungku, namun apa daya tubuhku terlalu lemas hingga akhirnya akupun kembali rapuh dan tak sadarkan diri.
didalam keheningan pikiranku melayang entah kemana. pergi berusaha mencari sesuatu yang sangat berharga untukku. tiba-tiba semua bayang kenangan itu pun muncul dengan sangat jelas dan beruntun, membuatku tertawa, sedih, menangis, bahkan marah. semua emosi melebur menjadi satu. kemudian semua bayang itupun seakan lenyap tanpa bekas. terus kucoba untuk mengejar bayangan itu, namun semua sia-sia. aku hanya bisa memandangi kepergian bayangan itu yang menghilang dibalik kegelapan.
"san. bangun dong. semua orang khawatir sama lo. lo harus tegar. lo harus kuat."
aku mendengar suara wanita yang sangat aku kenal. wanita itu mengucapkan kata-kata tersebut dengan sangat halus disertai isak tangis. aku mulai mencari arah suara itu, kemudian...
"*membuka kedua mata secara perlahan"
"san"
aku hanya menatap sekelilingku dan disana terlihat wajah-wajah yang sangan tidak asing untukku. semua keluargaku dan sahabat-sahabatku berada disini. mereka mengelilingiku dan mereka mencemaskanku.
"*tersenyum"

^^^

masih teringat sangat jelas setiap sudut ruangan ini, dimana terdapat kenangan yang kin tlah menghilang. terkadang aku hanya bisa meraba maupun bersandar berharap kenangan itu kembali dan menjadi nyata, namun smua tu takkan pernah terjadi. dan kini air mataku kembali menetes tuk kesekian kali. sekarang hari-hariku hanya kulewati dengan menangis dengan amat pilu.
"ka.. kita sarapan dulu yuk."ucap seorang wanita muda disampingku. wanita ini memanggil seraya menarik lembut tanganku.
*meja makan
"san.. kamu mau makan apa sayang?"
"*diam"
"ka.. mama nanya ke kakak. kakak mau makan apa??"ucap wanita muda tadi dengan suara menahan tangis.
"san, mama ambilin nasi goreng ya. kamu kan suka banget sama nasi goreng buatan mama."ucap wanita paruh baya itu seraya menyendokkan nasi ke piringku. aku menatap wanita itu dan disana aku melihat air mata yang mulai membasahi pipinya.
aku hanya bisa diam dan diam. tak ada yang bisa kulakukan. aku meras tubuh ini begitu lemas dan tak berdaya. terasa sangat berat dan membuat aku menjadi terbelenggu.
"ka, ayo buka mulutnya. aku suapin ya."
"*diam"
"ka, jangan kayak gini terus donk. kakak harus bangkit. kakak harus terima smua ini dengan kuat dan sabar. kakak nggak boleh kayak gini terus. kakak harus lanjutin hidup kakak."ucap wanita muda itu dengan suara terisak-isak.
kemudian air mataku pun kembali menetes dan kin semakin deras.

^^^

"gimana keadaan santi, de?"tanya salah seorang sahabatku pada adikku yang terlihat sangat sedih.
"ka santi masi sama. dia nggak mau makan. kerjaannya cuma nangis dan nangis. aku nggak tahu lagi harus gimana ka rara."ucap adikku dengan lemas.
"sabar ya de. ini tuh bukan cobaan yang ringan buat santi. butuh waktu buat dia nerima semua ini. tapi aku yakin cepat atau lambat, santi pasti akan kembali dan ceria kayak dulu lagi."ucap rara seraya tersenyum ke arah adikku.
"i hope so."
"pasti. santi di kamar ya?"
"iya kak. kakak langsung masuk aja. aku mau ke kampus dulu."ucap adikku seraya bergegas menaiki sedan berwarna putih kemudian melaju hingga menghilang tak berbekas.
*toktoktok*
"san.."
*menoleh
"hey, gimana keadaan kamu sekarang?"ucap rara dengan muka senyum.
aku hanya bisa menatap wajah sahabatku itu dengan tatapan kosong, kemudian tanpa sadar sahabatku pun mulai menitikan air matanya dan selanjutnya ia pun memelukku dengan erat.
"san, aku yakin kamu kuat. kamu mesti kuat. kamu ingat kan kalau ega nggak ninggalin kamu. dia selalu ada dihati kamu, selamanya. kamu harus tahu dan yakin itu."

^^^

hari berlalu begitu cepat, namun hatiku masih terasa sama. hampa dan kosong. namun aku mulai mendapati kembali jiwaku yang dulu hancur berkeping-keping. kini aku mulai menata hidupku kembali. kemabali ke rutinitas dan berusaha selalu tersenyuk untuk orang-orang yang selalu menyayangiku.
"san, aku seneng kamu udah bisa kuat."ucap salah seorang sahabatku yang memiliki rambut panjang dan memakai kaca mata itu.
"*tersenyum"
"ini baru santi."lanjut sahabatku yang lain seraya mengacungkan jempolnya.
kemudian kami pun berpelukan dan tersenyum bersama. di saat itu aku pun memandang ke arah langit dan berharap seseorang melihatku dari sana. ya.. dia selalu melihat dan menjagaku meski sekarang kita telah terpisah.

^^^

*di makam ega
"ega, maaf karena aku udah nangis dan rapuh. maaf karena aku membuat kamu kecewa. saat itu memang saat terberat dalam hidupku. dimana aku harus menerima kenyataan kamu pergi meninggalkanku untuk selamanya. mungkin aku jahat karena aku udah meratapi kepergianmu. aku yakin kamu marah disana karena aku hanya menangis. tapi, sekarang aku yakin dan aku tahu kalau kamu nggak pergi. kamu selalu ada dihatiku. terima kasih karena kamu mau menyadarkanku dan membuatku kembali menjalani hidup. aku nggak akan pernah melupakan kata-katamu... "i will always love you.. aku akan selalu ada dihati kamu selamanya.. i promise!!"
*meneteskan air mata
"aku janji ini terakhir kali aku nangis. miss u so much ega." ucapku seraya berdiri sambil meletakkan bungan mawar putih di atas pusaranya. aku pun kembali dalam hidupku dengan senyum ceria. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar