Wanita adalah makhluk luar biasa. Mengapa? Karena wanita memiliki tempat istimewa di dunia ini. "Wanita adalah tiang keluarga" mungkin ungkapan tersebut dapat memberikan penjelasan tentang pentingnya kedudukan wanita. Wanita mungkin terlihat lemah dari luar, namun wanita memiliki hati yang kuat. Wanita adalah pintu masuk setiap manusia ke dunia ini. Selama 9 bulan wanita mengandung dan menjaga buah hatinya hingga tiba saat dilahirkan. Tanpa keluhan dan tanpa paksaan, mereka menerima sakitnya melahirkan bahkan jauh dari sebelumnya mereka telah merasakan susahnya mengandung. Mereka menjalani dengan sabar dan ikhlas.
Saat masih kanak-kanak, wanita cenderung menjadi makhluk yang lemah. Begitu mudah ditindas dan menangis. Hanya memiliki peran kecil dalam arti kehidupan sebenarnya. Semakin beranjak besar wanita remaja menjadi pribadi yang cukup sensitif. Cenderung mudah marah dan mudah terpengaruh. Saat tumbah menjadi wanita dewasa, mereka cukup pintar dalam memahami makna kehidupan. Tahan banting terhadap hadangan dan cobaan didunia ini.
Ada yang bilang wanita terlahir dalam 3 keadaan yakni sebagai anak, istri, dan ibu. Kesempurnaan seorang wanita adalah apabila mereka berhasil menjadi anak yang membanggakan kedua orangtuanya, menjadi istri yang taat pada suaminya, dan menjadi seorang ibu yang sempurna bagi anak-anaknya. Tugas dan kewajiban yang sangat berat, namun dapat dilalui dengan berbagai cobaan yang menghadang. Hati yang begitu kuat dimilikinya untuk bekal menghadapi seisi dunia. "Emansipasi wanita" adalah salah satu bentuk kekuatan wanita. Wanita memiliki hak sebagai manusia juga sebagai pribadinya. Wanita bukan hanya sekedar sosok yang melayani dirumah, namun mereka dapat membantu keluarga. Oleh sebab itu, kini banyak wanita yang berkarir diluar rumah, namun satu hal yang takkan pernah berubah bahwa wanita tetap memiliki kodrat sebagai WANITA, yiatu tetap menomersatukan keluarga diatas karirnya karena wanita adalah sumber ilmu pertama bagi anak-anaknya dan sandaran hati bagi suaminya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar